Untukmu, Bang
June 07, 2015Halo Bang Wiro (dan selir-selirnya), pada postingan ini aku ingin sedikit menyapamu. Siapa tahu selama ini kamu kesepian, Bang. ----Nggak ding, aku sebenarnya cuma ingin lari dari ide-ide yang harus aku tulis. Karena menuliskannya pasti membutuhkan waktu yang lama daripada sekedar tulisan bribikan begini. Jadi Bang, cobalah memahamiku, sekali ini saja, oke Bang? (Gimana Bang, gaya bahasaku sudah jablay-jablay manja a la kamu belum Bang?)
Bang tahu nggak sih, sebenarnya Bang Wiro telah mewarnai hari-hariku sejak kecil. Dulu setiap hari Minggu, aku suka sekali nonton Wiro Sableng dengan Kapak Maut Naga Geni 212-nya. Dulu Bang Wiro benar-benar menjadi idolaku setelah Puteri Duyung dan Ibu Peri. Bang Wiro bisa terbang melayang di udara sembari mengeluarkan jurus-jurus sakti, sungguh amazing kamu, Bang! Belum lagi dadamu yang terukir angka 212 itu Bang, semakin takjub Chiki kecil melihatnya.
Aku bahkan masih ingat theme song-mu lho Bang, yang "Wiro, Wiro Sableng! Sinto, Sinto gendheng! Wiro murid sableng, Sinto guru gendheng!" itu. Kalau didengarkan lagi ternyata lagumu itu gaul banget lho, Bang! Liriknya juga dalem dan kewl abis. Di zaman segitu sudah ada bagian rap a la Bondan Prakoso ft Fade 2 Black pula. Salut pokoknya, Bang!
By the way, apa kabarnya Bu Suci dan Raden Ramabolang, Bang? Apakah mereka sekarang sedang sibuk menimang cucu? Eh kalau nggak salah, kamu kan ditelantarkan orang tuamu ya, Bang? Maafkan aku salah ngomong. Aku mah gitu orangnya Bang, kadang suka nggak sopan. Mmmm, kalau Sinto Geni alias Eyang Sinto Gendheng atau Sinto Sinto Gila bagaimana kabarnya, Bang? Sepertinya sudah pensiun ya, Bang? Pantasen beliau tidak lagi menggembleng Wiro Sableng kecil lainnya.
Ya sudah, Bang. Aku cukupkan sampai di sini, aku bahkan tidak yakin kamu masih mampu membaca. Pasti toh yang baca ini selir-selirmu, ya kan Bang?! Hmmmm, sudah kuduga. Selamat bersenang-senang kalau begitu.
PS: Kamu sebenarnya nyata nggak sih Bang Wir? Jangan-jangan kamu hanya ilusi?!
0 komentar