1. Canon Rock - Pachelbel 2. Canon in D - Pachelbel 3. You - Widi Vierra covering Ten to Five 4. Aku Beranjak Dewasa - Sherina Munaf 5. Batak Medley Songs - Elfa's Singer 6. Hidup Berawal dari Mimpi - Bondan Prakoso 7. Friday - Glee Cast
Malam ini... saya tidak mandi. Bukan,
bukan karena saya malas mandi, melainkan karena jatah air PDAM di rumah
saya mandeg untuk sementara waktu (jam? hari? wth) Sebenarnya
hal ini sudah sering terjadi di daerah sekitar rumah saya, jadi yaaa........
sesuatu sekali.
Kau tahu bagaimana rasanya?
Kau tahu rasanya bagaimana rasanya koret-koret air
untuk buang air kecil ?
Kau tahu rasanya bagaimana kalang kabut
cari air bersih untuk mandi-cuci baju-dll ?
Krisis air itu benar-benar menyiksa.
Dan kalau sudah begitu, terasa deh
bagaimana berharganya setiap gebyuran air.
Heran juga padahal sebagian besar
wilayah kita kan perairan. Mungkin air laut Indonesia perlu disuling untuk
menghasilkan air murni. Dilema negara maritim.....
Mengingat akhir-akhir
ini Indonesia dilanda kemarau yang (tampaknya akan) berkepanjangan, yang
mengakibatkan cukup banyak daerah mengalami kekeringan dan krisis air
bersih. Contohnya seperti krisis air bersih yang
terjadi pada ibukota awal bulan September ini, akibat
jebolnya tanggul di Kali Malang yang merupakan salah satu tanggul
penampung untuk pengelolaan air bersih di Jakarta, pasokan terhenti selama
beberapa hari. Belum lagi yang di daerah-daerah terpencil, yang kalau mau
ngambil air dua jerigen saja harus jalan sepuluh kilometer jauhnya. Belum lagi
di sudut daerah lain yang harga air bersih lebih mahal dari harga nasi. Belum
lagi di sudut desa terpencil lain yang mendapatkan pasokan air hanya sebuah
angan-angan.
Belum lagi, belum lagi dan belum lagi lainnya yang tersebar
di seluruh Indonesia.
Kalau kata Upin Ipin, kasihan kasihan
kasihan.
"Bagaimana bisa pemerintah mengaku telah meningkatkan kesejahteraan rakyatnya kalau ternyata air bersih saja belum tersedia untuk mereka."
Kadang, kalo aku bikin gini ini, aku pengennya itu, bisa
bikin semangat buat diri aku sendiri, kasih semangat ke kalian, ngingetin diri
sendiri lagi, ngingetin kalian lagi, kalo toh misalnya, mimpi itu penting,
kalian semua, aku yakin pasti punya mimpi, kan? Bermimpilah yang
setinggi-tingginya. Bayangin aja kalo nantinya, kalian bisa kaya yang di Laskar
Pelangi gitu, Allahuakbar banget kan.Dreams free. Kalau dimisalin
mimpi kalian itu kalian gantungin di langit, kalian bertanya-tanya kan gimana
ambilnya? Tangga, kalian harus bikin tangga. Dari apa tangganya? Dari doa dan
usaha, serta hati. Inget, Allah itu punya hati kalian, se-apapun yang kamu
bicarakan secara lisan, hatimulah yang paling jujur. Dan Allah itu tahu isi
hati kita. Sebenernya Allah itu punya banyak hidayah, tapi kita gak tau kan,
hidayahnya itu lho dikasih gak ke kita? Berdoa aja semoga iya. Setinggi apapun
mimpi kalian, jangan pernah bilang itu mustahil, jangan jadikan itu sebuah
harapan, jangan hanya jadi pengharap. Karena, Allah itu Maha Esa. Nggak ada
yang mustahil buat Dia.
Yaa Allah, please give us the best. Lapangkanlah jalan
kami menuju mimpi-mimpi kami. Bantu kami untuk menjadikannya nyata. Bantu kami
membahagiakan kedua orang tua kami yang sudah mencurahkan energi waktu dan
kasih sayangnya selama ini. Jangan biarkan mereka kecewa karena kami, lindungi
hati mereka. Lapangkanlah jalan kami, mudahkan yang berat, mungkinkan yang tidak
mungkin. Ingatkan kami, ketika semangat kami mulai memudar. Berdirikan kami
ketika kami merasakan jatuh terbebani kegagalan. Izinkanlah kami menjadi apa
yang kita pinginkan ya Allah, Amin. I'm swear I won't stop dreaming, I won't
stop fighting :)
Kalo boleh lagi, aku tak ingin jatuh cinta. Jatuh itu sakit, boleh dibuat melayang saja karenanya? Rasa-rasanya tidur di awan menyenangkan. Lalu, ketika aku melayang, aku akan terbang. Aku akan melewati hutan awan, dan tak akan lagi berharap pada bintang jatuh. Biar kukunjungi ia sendiri dan kugigiti ribuan bintang hingga kenyang. Aku akan berkata pada bintang “Hayo, kugigit atau mau mendengar dan kabulkan permintaanku?” dan aku tertawa riang, turun perlahan dengan prosotan pelangi. Mampir ke awan untuk tidur.
Kukeluarkan rinduku, kusisipkan pada petir, dan petir merobek awan dan turunlah rinduku menjadi hujan. Merendam kaki langit. Jadi ketika aku jatuh, aku tidak menyentuh tanah. Aku akan tercebur dulu, baru tenggelam. Rasa rasanya, sakitnya lebih manusiawi.
Tanah, bukannya aku benci. Tapi jatuh padamu. Lebamnya sulit menghilang hingga kini. Biarlah aku membiru, dalam genangan hujan rindu yang menenggelamkan rasaku.