Perbaiki Generasi Melalui Permainan Tradisional

March 26, 2012

Globalisasi yang menyerang Indonesia kini telah membuat bangsanya yang memiliki berbagai macam budaya menjadi terlena dan konsumtif. Kemajuan di berbagai bidang secara tidak langsung menimbulkan dampak negatif yang lebih besar bagi masyarakat, terutama pada generasi muda. Hal ini bisa dilihat dari berkurangnya solidaritas masyarakat perkotaan yang sudah tidak lagi mengedepankan aspek gotong royong.

Salah satu bentuk yang bisa mengedepankan gotong royong dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia adalah melalui permainan tradisional. Kenapa begitu? Akan kita bahas selanjutnya. Nah, namun jika dilihat dalam kondisi yang terjadi di Indonesia kini sebagian besar dari generasi muda telah menjadikan permainan elektronik dan permainan berbasis IT yang bisa diakses dengan mudah di rumah masing-masing.  Walaupun bisa dimainkan dengan lebih praktis (daripada permainan tradisional), permainan ini pun memiliki sisi negatif apabila tidak bisa dikontrol dengan bijak. Seperti banyaknya adegan yang menampilkan kekerasan, sexual content, minuman keras dan obat-obatan terlarang.


Pernah saya dan teman-teman melakukan survei via jejaring sosial Twitter  kepada 162 orang responden mengenai mana yang lebih sering mereka mainkan antara permainan tradisional atau video game. Hasilnya 132 responden menjawab lebih sering memainkan video game dan 30 responden menjawab menunjukkan permainan tradisional. Dari  data tersebut bisa disimpulkan permainan tradisional semakin terpinggirkan. Tak heran sih, yang saya temui biasanya juga tak jauh-jauh dari seorang anak yang duduk dan asyik bermain game di iPadnya.


Karena kegemaran akan mengonsumsi video game tersebut dan semakin ditinggalkannya permainan tradisional, hal tersebut mengakibatkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak dibiasakan untuk mempelajari atau menerima nilai-nilai sosial secara langsung. Yang mana nilai-nilai sosial  tersebut sebenarnya telah banyak terkadung dalam permainan tradisional. Oleh sebab itu ketika sejak kecil anak telah terbiasa untuk bermain secara individual, ia akan tumbuh menjadi generasi yang apatis. Seiring bergantinya zaman, apatisme menjadi suatu problematika besar akan permasalahan ketidaksolidan bangsa ini seperti yang mulai terjadi pada Indonesia hari-hari ini.

            Coba ingat-ingat lagi akan masa kecil ketika kita masih bergumul dengan banyak teman-teman lain untuk bermain cublak-cublak suweng, lompatan, gobak sodor atau permainan tradisional yang lain. Sebenarnya pada saat itu kita juga sedang belajar banyak hal dan mendapatkan banyak kegunaan dari permainan tradisional itu sendiri. Nilai dan fungsi dari permainan tradisional yang bisa didapatkan tersebut antara lain:
  • Kecerdasan emosional menjadi berkembang. Karena sebagian besar permainan tradisional dilakukan secara berkelompok, yang menuntut solidaritas dan kerjasama yang baik serta sikap menghargai satu sama lain, tidak egois serta toleran.
  • Kecerdasan kinestetik meningkat. Ada banyak permainan tradisional yang menuntut kita untuk bergerak aktif. Hal ini dapat melatih fungsi fisik sehingga mereka dapat menjadi tanggap, cakap dan spontan.
  • Mengembangkan kecerdasan natural dan spiritual. Beberapa alat permainan tradisional banyak memanfaatkan bahan-bahan dari alam dalam proses pembuatannya. Dengan begitu anak-anak akan lebih peka dengan alam dan mengasah kreativitas untuk memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.
  • Selain itu permainan tradisonal juga berpengaruh pada timbulnya ketajaman berpikir, kehalusan rasa serta kekuatan kemauan. Permainan tradisional melatih untuk bisa menguasai diri sendiri, menghargai atau mengakui kekuatan orang lain, berlatih untuk bersiasat atau bersikap yang tepat dan bijaksana. Dengan demikian, permainan tradisional sungguh bermanfaat untuk mendidik perasaan diri dan sosial, berdisiplin, tertib, bersikap awas dan waspada serta siap menghadapi semua keadaan.
Balap Karung
Gasing
Cublak-Cublak Suweng
Engklek
Lompatan
Congklak
Lomba Makan Kerupuk
Bakiak
Gobak Sodor
Nah, itulah sebabnya mengapa permainan tradisional layak dan baik untuk pertumbuhan anak. Semoga saja permainan tradisional tidak akan punah diterjang popularitas video game atau game online. Punya saudara atau adik? Ajak mereka untuk bermain permainan tradisional supaya mereka bisa belajar nilai-nilai penting yang terkadung di dalam permainan tersebut. Sehingga generasi Indonesia kini dan nanti tumbuh menjadi generasi yang solid, kratif, dan memiliki kecerdasan emosional lainnya yang bisa didapatkan melalui permaina tradisional Indonesia ;) (chk)

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe