Meski aku menghirup udara
Tapi aku tak bernafas
Meski aku bernyawa
Tapi aku tak memiliki jiwa
Hanya terdiam
Menanti sebuah kepastian
Dan ketika matahari kembali
Menampakkan senyumnya yang indah
Sambutlah ia dengan sejuta rasa sayang
Untuk orang yang kucintai
Tuhan biarkan aku seperti ini
Mencintai dan dicintai
Biarkan aku hidup, tertawa
Hanya karena engkau semata
CINTA NYATA
Saat pagi menyapa tubuh ini
Ku buka jendela, malampun berganti
Kabut putih terhembus matahari
Embun-embun pagi sejukkan hatiku
Namun mengapa embun pagi
Enggan menjelang hari saat pagi meninggi
Embun pun telah pergi
Untuk apa aku berperan
Jika ku tak inginkan naskah
Dimana ku mau berperan
Jika tirai layar enggan terbuka
Masihkah ada cinta nyata
Mengajarkan suatu makna
Makna kekayaan hati
Makna dari cinta sejati
CINTA PALSU
Seminggu berlalu
Sejak kau pergi tinggalkanku
Masih teringat senyum manismu
Yang membekas di hati
Bersama kita jalani hidup ini
Tak pernah sekalipun engkau mengeluh
Namun ku tahu
Dibalik senyummu terdapat sedihmu
Kenapa kau tak jujur
Selama ini ku tertipu
Aku kau tipu dengan cintamu
Cinta yang ternyata palsu










ALKAMDOLELA, ALLAHHU AKBAR!
Akhirnya udah liat Harry Potter and the Deathly Hallows :3
Kemarin aku nekat wes sama Ester, Novi, Astrid, dan Rizka. Wes nggak ngurusi anak-anak lagi, langsung habis bel tancap gas jalan kaki ke XXI Grand City, ahak :D Filmnya bagus bangeeeet, jauh lebih keren dari yang keenam sama kelima. Sepanjang film isinya setres melulu, tegang --
Walaupun waktu pulang bemonya lam dan nyampe rumah jam setengah delapan. Tapi aku puas :D
Here's it I pick some picture for you:


Since you're gone
But why?
I still can't forgive you...
Terakhir kali dulu Melankolisku 37.5% deh, sekarang kok naik --"
Udah melankolis, melankolisnya aneh lagi --Oya, yang mau coba tes silahkan klik disini
How’s life everybody?
It’s 22:22 and I still don’t want to go to sleep although I must wake up on 04.00 in the next morning. So, what will I tell to you?
Nothing.
Today, is the looooooooooooooooooooooong day I ever felt. That’s because today is the day that I have waiting for watch Harry Potter of Deathly Hallows part. 1. It’s since Saturday. And, guess what? I and #asetsmala must delayed our plan to nonbar at XXI Grandcy because of PTC --
Pengen ganti nama blog, tapi apa ? Aaargh. Oya, baru aja ganti template ini (dan berhasil untuk yang pertama kalinya), tapi kok body textnya jadi kecil-kecil gini ya, gak bisa disetting dari perancang. Picek ngeliatnya --
Yaweslah, mboh.
Good night all.
CHIKIANWAR.
Berbagai tindakan sudah saya tindakan (?) untuk mengekspresikan kegemasan saya, tapi katanya anak-anak sih sadis -- Uh, padahal aku kan gemes :3
CHIKIANWAR
Assalamualaikum. Good morning to all of you. Hope your day is well.
Hmm, well, today i'll give some my comment, my view about veiled/hooded (berkerudung)
First of all, Just for information Islam said that actually women in whole of world must use veil to cover up her hair. But nowadays.. I think of that statement has miss understood by many people. Emm, yeah i know i fault too cause i didn't wear a veil. Bur i think it's (little) better than the people who used veil but they didn't consistent to use it all the time. You guys are know what i mean?
Let's see. Now many girls use veil in their school, but they didn't use it when they outside school, maybe like when they went to mall, play with their friends, attend training, etc. Maybe, that's not a big problem, but that just one thing that make disappointed, and a view of Islam by other people is worse and worse.
Even now, i almost always see in Veiled girls's photos profile on facebook saved or there were photos of her that used veil, and didn't use it.. Rawrrrrr, even, their clothes was too much opened and looked like impolite one.. They used pants. They tank top. Oh please..whereas photos if they used veil!!!!!!! Argh..
Sometimes i feel so "gemes" to they who did like that.. How come?
If they were me, i choose, i will haven't used veil first, until someday when i had feel sure, ready, and many things that support me to use veil. I'll used them. Cause when we wore it but we haven't ready yet, that's just too meaningless.. So let's assure your heart, mind, and of course your self first before you decide to use veil on your daily life not for your school day. Of course if you have used it since you child or wonted it from the beginning maybe it wasn't a big problem anymore. Cause use veil means we have ready to do all Islam's rules and duties. We ready to do all the attitude of being great Muslim, and much more, We ready to spread the beautiful of Islam. Bigness of Islam. and much means of Islam that other people don't know. :)
Well, just that what i'm wanna share with you no offense or main purpose on these post. Thanks for your come, - Rizka
abis blogwalking, lihat-lihat posting blognya mbak kiki.
terus tadi ada salah satu post, liriknyaThe Red Jumpsuit Apparatus - Your Guardian Angel:
When I see your smile
Tears run down my face I can't replace
And now that I'm strong I have figured out
How this world turns cold and it breaks through my soul
And I know I'll find deep inside I can be the one
I will never let you fall
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
It's okay, it's okay, it's okay
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I'll be the one
Cause you're my, you're my, my, my true love, my whole heart
Please don't throw that away
Cause I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay, you'll stay
Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I'll be okay
Though my skies are turning grey
Jadi keinget sama dia. Yang dua tahun lalu nyanyiin lagu ini, lewat telpon.
Yang, pffffft, menghayati janji-janji dalam lirik itu sendiri.
Terus pergi, selingkuh, dan nyayiin lagu ini juga buat ceweknya yang baru.
Yasudahlah. Selamat ya.
"Tujuan akhir dari kaum Zionis, untuk kembali lagi menguasai Bukit Zion sepenuhnya dan menciptakan satu dunia di bawah kekuasaannya (The New World Order) lewat tangan Amerika Serikat, memang nyaris sempurna. Namun uniknya, mereka juga yakin bahwa di hari akhir nanti kaum Muslimin akan memburu mereka hingga batu dan tumbuhan pun akan membantu kaum Muslimin, kecuali pohon Ghorqod. Keyakinan mereka inilah yang membuat kaum Zionis sejak beberapa tahun lalu telah mencanangkan program nasional penanaman pohon Ghorqod di seluruh wilayah pendudukan di Palestina.
Lewat teknologi internet, kaum Zionis menyerukan agar orang-or ang Yahudi yang masih tingggal di berbagai negara untuk membeli pohon ini dan menanamkannya di wilayah pendudukan Israel di Palestina. Harga satu batang pohon US$ 18. Bagi yang ingin mengetahui lebih detil tentang program penanaman pohon Ghorqod di Palestina oleh kaum Zionis-Israel ini, silakan simak artikelnya di eramuslim digest edisi 2 “The Dark Side of 911”. (lw)„
“Awalnya, penggunaan barcode hanya memiliki tujuan sebagai suatu sistem pengidentifikasian. Dan kedua, penulisan angka-angka identifikasi dalam bentuk sandi tersebut adalah untuk mempermudah transaksi ‘pembelian dan penjualan’.
Namun yang sangat menggelisahkan, cara penyebarannya ternyata sangat jauh melampaui fungsi dasarnya dalam perdagangan. Saya dapat melihat bahwa penerapan teknologi barcode yang diterapkan pertama kali pada produk barang, disusul kemudian pada kartu-kartu, akan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dalam masyarakat yang tidak lagi menggunakan uang kontan. Cara-cara ini, lewat penggabungan antara sistem identifikasi dengan sistem pembelian dan penjualan dalam satu nadi elektronik, akan menyebabkan satu rezim mampu mengendalikan kehidupan setiap umat manusia secara total."
"Penggunaan barcode dikatakan mampu mengendalikan kehidupan setiap umat manusia secara total adalah benar. Karena dengan terkumpulnya segala informasi pembelian dan penjualan di suatu negara di server pusat barcode di AS, maka AS mampu membaca dengan baik bahwa negara A sangat tergantung dengan komoditas X, atau negara B sangat tergantung dengan komoditas G. Dengan adanya informasi ini maka AS bisa dengan sangat mudah mengendalikan suatu negara lewat “supply and demand” suatu produk. Jadi, pengendalian suatu negara dapat dilakukan AS secara mudah, tanpa perlu repot mengirimkan tentara dan sebagainya."
Jumat, 19 Nopember 2010. 22:22.
Aku baru aja nyampe rumah, baru sholat, baru mandi. Dari Detcon 2k10 di PTC. Tasku ilang.
Tas baruku ilang. Ransel Rip Curl item-ungu. Tas yang udah ku pinginin sejak lama dan baru keturutan tiga hari lalu. Dan hari ini, harus, hilang. Ya awalnya tak tumpuk di stan 3Dnya Smala. Ya biasa aja, anak-anak juga naro’ tasnya disitu semua. Semuanya kerasa biasa aja. Terus tak tinggal muter-muter. Pas mau balik, eh, GAADA.
Sebel pek, akhir-akhir ini aku tuh ngerasa sial banget.
Sebel.
Sebel.
Sebel.
Kenapa sih selalu gini? Selalu kehilagan barang berhargaku diawal tahun pelajaran baru. Dulu pas awal-awal SMP, HPku ilang waktu ekskul. HP hadiah dari ibuku. Sekarang, tas hadiah dari ibuku, ilang juga. Diawal masuk SMA juga. Nanti pas awal kuliah apa lagi yang ilang?
Naudzubillah, Astaghfirullah.
Tadi sempet panik banget. Muter-muter, tanya panitia, temen-temen, sekuriti, anak sekolah lain. Muter-muter keliling SSCC yang udah mulai sepi. Padahal di dalem hati kecilku sendiri udah bilang “ilang dicuri, nggak mungkin ketemu”. Tapi emosiku nggak bisa langsung percaya, masih juga muter-muter kaya gasing. Nggak mau percaya aja, tasnya harganya lumayan, emaaaaaaaaaaaaaaaaaan. Dadi gak semangat mading mane ngene iki.
Astaghfirullah.
Tapi yaweslah, mau diapain lagi. Nggak bakal balik. Walaupun aku menangis meraung-raung, meronta dan meminta atau bahkan mengutuk pencurinya sekali pun, ilang yowes ilang.
Tapi, tapi, tapi, tapi ada catetan biologiku yang sangat lengkap, yang sangat aku cintai dan aku banggakan T.T Ada buku biologi bilingual yudhistiraku yang berwarna-warni. Ada tanda bukti ID card 2D. Ada kartu press, kartu perpus, sama kartu tanda pelajar. Ada notes kenang-kenangan diklatnya joerv. Ada catetan bendahara sama uang kasnya anak-anak aset. Ada mukenanya dhe nur. Ada topi upacara. Ada tepak makanku tercinta. CATETAN BIOLOGIKUUUUUUUUUUUUUUUU T.T
Yaweslah. Yaweslah.
Ikhlas. Ikhlas. Ikhlas. Ikhlas.
Untung tadi aku nggak jadi bawa laptop.
Untung tadi kacamataku tak pegang terus kemana-mana.
Untung tadi pelajaran sama buku paket yang tak bawa nggak seberapa banyak.
Untung tadi ibu sama ayah nggak murka.
Untung yang ilang tasku yang baru, jadi aku masih bisa pake tasku yang lama...
Inget materi Birama tadi, ni’mat dan kufur.
Mungkin ini belum rejekiku.
Mungkin Allah lagi ngingetin aku supaya lebih nggak teledor (lagi).
Mungkin Allah ngingetin aku buat terus bersyukur.
Bismillah, ikhlas.
Semoga berfaedah bagi yang ngambil ya...
pislafensopastigahoelpunyacelaluwcupikdeh <--epekjarbil
chikianwar.
PS: maaf sama makasih banget buat mbak nindy dan mamanya yang ikutin bantuin nyari tadi, sampe ikut-ikutan bingung juga. maaf banget ya mbak.
"No one gets tired of loving
But everyone gets tired of waiting,
assuming, hearing promises, saying sorry,
and all the hurting."
"Kadang orang nggak sadar kalau segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sudah diatur oleh Tuhan sedemikian rupa. Tapi percaya deh, dibalik semua kejadian yang menimpa, ada rahasia yang berharga banget di baliknya. Selama ada keinginan yang kuat, segala masalah pasti dapat teratasi. Karena dunia itu letaknya di tangan, bukan di hati…."
"Love doesn't mean someone who never hurt you,Someone who never make you dissapointedLove is when you're afraid to lose someone,Cry for someoneAnd everything that you really careAnd I do it to you."-Aldila Irsyad Noi
Aku terduduk di pojok kamarku yang gelap dan berantakan. Aku terlalu hancur dan tak berdaya, bahkan untuk menyalakan lampu dan memunguti sampah dan onggokan-onggokan kotoran serta baju-baju yang berserakan di lantai, di atas kasur, di depan pintu kamar mandi dan di seluruh penjuru kamarku. Kepalaku ngilu, aku mengais-ngais tas sekolahku, mencoba mencari sebatang rokok yang tadi mereka tawarkan kepadaku. Dapat! Bentuknya sudah tak sempurna lagi memang, kertas pembungkus tembakau di ujung rokok itu telah mengelupas, menggugurkan serpihan-serpihan tembakau coklat yang berbau wangi. Mereka bilang tadi, setidaknya rokok bisa menenangkan pikiran. Kupandangi batang rokok itu, tak pikir panjang, kuambil zippo dan mulai menghisapnya. Aku terbatuk-batuk.
Sore itu, aku duduk di pojok kedai kopi di Tunjungan Plaza. Aku sedang menunggu Vita, kekasihku. Salah satu orang yang sangat aku sayangi, bahkan melebihi dari rasa sayangku kepada diriku sendiri. Aku bersandar dengan santai, menyeruput cappucino sambil mengamati orang-orang yang berlalu lalang, tiba-tiba handphoneku bergetar.
“Sayang, kau disebelah mana” ujar Vita dari ujung telpon.
“Arah dua belas. Baju biru.” Jawabku seraya berdiri dan melambai-lambaikan tangan kearahnya.
Ia lalu berjalan kearahku. Aku tertegun, selalu tertegun ketika melihatnya. Semampai dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai. Ia mengenakan sack-dress putih dan jaket jeans. Cantik. Aku mengasihinya lebih dari apapun, dan aku tak akan rela jikalau dia pergi.
“Sudah lama?”
“Barusan kok”
Tak seperti biasanya, ada yang berbeda dari wajah Vita. Matanya sayu, tak bercahaya. Sinarnya seperti menggambarkan sebuah keraguan. Jauh dari seorang Vita yang biasanya selalu sumringah. Aku mencoba mengingat-ingat barangkali ada perbuatanku yang membuatnya marah atau kecewa. Tapi aku rasa tak ada satu hal pun yang janggal.
“Kau kenapa?” tanyaku sambil memegang tangannya. Ia tak enjawab. Pasti ada yang tidak beres pikirku. Sepuluh menit kemudian kami masih terdiam. Moccacino yang kupesankan untuknya utuh tak tersentuh menjadi dingin. Sedingin sikapnya kepadaku. Aku mencoba mengusir kebosanan dengan memainkan telpon genggamku sembari sesekali melirik kearah Vita. Ia nampak bingung, seperti mengawang-awang. Aku pun ta berusaha memecahkan keheningan ini, hanya menunggu beberapa kata yang akan meluncur dari bibir mungilnya yang dilapisi tipis lipstik merah muda.
“Rasanya kita udah nggak cocok deh. Putus nampaknya lebih baik” ujar Vita mengagetkanku, ia memalingkan mukanya.
“Ada yang salah?” bentakku, otot leherku menegang. Aku sangat tidak suka dia berbicara seperti ini. Sangat tidak lucu.
“Tidak. Tapi perasaanku sudah memudar. Toh kita juga gini-gini aja.” Vita tak berani menatap mataku.
“Terus apa? Aku salah apa? Ada yang kurang atau apa? Ini nggak jelas” bantahku
“Kau tak salah, Ricky. Tapi kau tahu kan, ada saat dimana hubugan itu nggak bisa dilanjutkan.”
Aku muak sekarang. Pasti ada orang lain. Dan jelas dia berkhianat. Aku tak habis pikir. Percuma aku berdebat dengannya kalau nyatanya di memang mau benar-benar pergi. Damn shit! Akhirnya, serta merta kutinggalkan Vita yang sedang berusaha merangkai kata-kata. Tak ada gunanya juga kan?
Sesampainya dirumah, Ricky membanting pintu kamarnya. Ia meninju-ninju tembok, mencoba melampiaskan amarahnya. Malam itu, ia telah merasa kehilangan seseorang yang sangat ia sayangi.
“Kekesalan apapun yang terjadi.
Kekecawaan apapun yang terjadi.
Terjadi karena sebuah alasan.
Pemikiran ini telah membuatku untuk lebih menerima keadaan yang terkadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Mungkin kita memang perlu kehilangan sesuatu, untuk akhirnya dapat mendapatkan sesuatu yang indah.”
-Sherina Munaf



















