Akhir-akhir ini banyak mengalami kejadian konyol sekaligus aneh di rumah..
Jadi.., aku lagi di rumah sendiri pagi-pagi, ibu dan ayah sudah berangkat kerja, dan Mbak Ul juga lagi pergi belanja ke pasar. Aku kemudian belajar, nggak lama kemudian bel rumah berbunyi, berkali-kali.
Aku turun ke bawah, dan buka pintu. Ternyata nggak ada siapa-siapa, bel masih bunyi-bunyi sendiri. Sempet merinding, tapi yawes cuek aja, naik ke atas lagi dan ngelanjutin belajar.
Resenya, bel masih terus ting tang ting tong.
Berisik banget akhirnya aku mangkel kan...
Saking mangkelnya aku kemudian teriak
"MENEEEEEEEEENG!!!" (diam dalam bahasa jawa)
Eh ternyata diem beneran :)))
Jadi.., aku lagi di rumah sendiri pagi-pagi, ibu dan ayah sudah berangkat kerja, dan Mbak Ul juga lagi pergi belanja ke pasar. Aku kemudian belajar, nggak lama kemudian bel rumah berbunyi, berkali-kali.
Aku turun ke bawah, dan buka pintu. Ternyata nggak ada siapa-siapa, bel masih bunyi-bunyi sendiri. Sempet merinding, tapi yawes cuek aja, naik ke atas lagi dan ngelanjutin belajar.
Resenya, bel masih terus ting tang ting tong.
Berisik banget akhirnya aku mangkel kan...
Saking mangkelnya aku kemudian teriak
"MENEEEEEEEEENG!!!" (diam dalam bahasa jawa)
Eh ternyata diem beneran :)))
Success is everyone's right
But not everyone deserve success
Suatu hari lagi di rumah sendiri, kemudian telepon berbunyi, ternyata ayah, minta pintu garasi dibuka karena mobil mau masuk. Pas aku udah mau ke garasi, mau pakai sandal, langkahku terhenti.
Ada sesosok gumpalan bulu lagi ngelihatin aku, terus aku juga ngelihatin dia. Liat-liatan beberapa detik. Butuh waktu lama buat mencerna, "iniii apasih namanya, itu lho ciik, itu lhooo" sambil kulihatin terus matanya "imut juga pek tikus ini".
Dret, connected! Aku lompat, kaget, tikus juga kaget.
Aku kemudian baru teriak "HE TIKUUUUUUUS!!" Tikus baru lari.
........
Ada sesosok gumpalan bulu lagi ngelihatin aku, terus aku juga ngelihatin dia. Liat-liatan beberapa detik. Butuh waktu lama buat mencerna, "iniii apasih namanya, itu lho ciik, itu lhooo" sambil kulihatin terus matanya "imut juga pek tikus ini".
Dret, connected! Aku lompat, kaget, tikus juga kaget.
Aku kemudian baru teriak "HE TIKUUUUUUUS!!" Tikus baru lari.
........
Mas Bill’s favorite prank:
(Lagi ngobrol-ngobrol)
Mas Bill :
Dhe Nur lho nduwe facebook saiki.
Aku :
Mosok?
Mas Bill :
Kandani, nduwe twitter pisan, kon gak ngefollow ta?
Aku :
Lho iyo ta mas??
Mas Bill :
YO GAK LAH HUAHAHAHAHAHAHA
Mas Bill : Gita lho, nang Unesa melok ekskul sumo.
Aku : Hah, iyo ta mas?
Mas Bill : YO GAK LAH! Huahahaha.
(Lagi ngobrolin mau pulang pakai apa)
Aku :
Wes kadung tuku ekonomi ac iki lo, enak ta mas?
Mas Bill :
Gak enak, mandheg-mandheg
Aku :
Yalah, males la’an
Mas Bill : Tapi gaopo ngkok sepure pas tekan
ndi ngunu, mandeg suwi, nang mmmmmmcedheke stasiun onok pasar kon isok mudhun tuku-tuku, wong-wong
mmmmmmyo biasane mudhun kabeh.
Aku :
Iyo ta mas??
Mas Bill :
YO GAK LAH HUAHAHAHAHAHA
(Lagi lewat di kampus perikanan ugm)
Aku :
Iki kolam-kolam peternakan yo mas?
Mas Bill :
Guduk iki perikanan
Aku :
Oooh
Mas Bill : Iku kolam e onok sing diisi iwak
ambek onok buaya-ne
Aku :
Iyo ta ma....HEH GAK KON MBUJUKI AKU!!!
Mas Bill :
Yo gak lah! Kon kok longor
HUAHAHAHA, iyo ta mas, HUAHAHAHAHA
Duh longore aku -___-
Huahahahaha..
Bianda made somekind of tribute post for me :)))
"Setelah setahun dengan bangku random di kelas XI, akhirnya kelas XII ini aku menemukan teman sebangku yang klop. Namanya Dzikri Sabillah Anwar. Pak Uk-ik memanggilnya Dzikrina. Ibuku memanggilnya "Chiki-chiki bum bum."
Aku? Aku memanggilnya Freak karena dia sering mengataiku "you ffhool" (sebenernya ful tapi ada huruf h nya gitu jadi ffhul.) Jadi setiap dia bilang "you fool!" aku selalu mbales, "you freak!"
dan Papi sering menimpali dengan, "oposeeee"
Kami cukup sering berantem, lebih tepatnya bergulat. Karena tempat dudukku hampir selalu di deket tembok, dia hampir selalu juga ngepepet aku sampe penyet ke tembok. Tapi sialnya kalo tak bales dia supaya jatoh ke arah yang berbeda, dia bakal segera lapor ke guru yang lagi ngajar
"Paaaaaak Bianda paaaaaaaaaak!"
"heh wadulaaan!!" kasian de loe =)))))
Chiki paling senang meletakkan telapak tangannya di atas telapakku lalu berkata, "kamu bukan cewek, Bianda" Emang sih tanganku gede, tapi dia curang! (karena emang dia mbandinginnya gak pas, agak ke bawah gitu). emang tanganmu tangan cowok bik =))))
![]() |
| kita juga sering coret-coret tangan |
Terus berusaha mengapit kepalaku di bawah ketiaknya kalo aku bersandar pada tangannya. Kalo aku nyendernya di pundak, dia bakal nggerak-nggerakin pundaknya ke atas, biar kepalaku kejedok pundaknya.
Chiki pernah mau matahin kepalaku tapi malah berakhir dengan nyekek leherku.
Chiki pernah mau matahin kepalaku tapi malah berakhir dengan nyekek leherku.
Aku pernah iseng mukul punggungnya trus dia bilang "rasanya nyawaku mau keluar pek."
Kami dengan longornya panik setelah percobaan pembunuhan masing-masing.
![]() |
| source |
♪ Semanggi
suroboyo
Lontong balap wonokromo
Dimakan enak sekali
Sayur semanggi krupuk puli
Lontong balap wonokromo
Dimakan enak sekali
Sayur semanggi krupuk puli
Bung beli...
Semanggi Suroboyo
Lontong balap Wonokromo
Dijual serta didukung
Masuk kampung, keluar kampung
Bung beli.... ♫ (Lirik lagu Semanggi Suroboyo)
Lontong balap Wonokromo
Dijual serta didukung
Masuk kampung, keluar kampung
Bung beli.... ♫ (Lirik lagu Semanggi Suroboyo)
![]() |
| source |
Hayo siapa yang belum pernah coba Pecel Semanggi? Dinamakan Pecel Semanggi karena semanggi merupakan komposisi utama dari makanan ini. Pecel Semanggi selalu disajikan secara tradisional di atas pincuk daun pisang, ditambah dengan kecambah rebus, bumbu spesial yang merupakan paduan dari ketela rambat, kacang tanah, petis udang, dan gula merah, serta dilengkapi kerupuk puli ini dijamin akan membuat lidahmu bergoyang :p
Keberadaan
makanan tradisional khas Surabaya ini mulai tergantikan posisinya dengan
berbagai macam gerai fastfood yang
tumbuh menjamur seiring dengan berkembangnya zaman. Tahukah kalian, ternyata
ada sekelompok ibu-ibu yang masih gigih memasarkan Pecel Semanggi ke seluruh
daerah Surabaya?
Jika kalian
lihat ibu-ibu yang berkeliling kampung sambil menggendong bakul Pecel Semanggi, entah rumah kalian di daerah Pucang,
Kenjeran, Gubeng, Rungkut, Gunungsari atau daerah lainnya di Surabaya, kemungkinan
besar semua penjual Pecel Semanggi itu berasal dari satu daerah yang sama! Here comes the fact...
Ingin jadi
turis di kota sendiri? Cobalah Surbaya Heritage Track (SHT)! Program dari Museum House of Sampoerna ini akan
mengajak kita berkeliling di sekitar tempat-tempat bersejarah di Surabaya.
![]() |
| dokumentasi pribadi |
Untuk
mengikuti SHT harus reservasi terlebih dahulu ke phone center House of Sampoerna. Kita bisa memilih jam dan rute diantara
jadwal harian yang telah disusun oleh pihak House of Sampoerna seperti yang
tertera di bawah ini.
SHT juga
menawarkan rute special occasion, yang
bisa kita nikmati dibulan-bulan tertentu seperti Imlek, Ramadhan, atau Bulan
Pahlawan (November). Contohnya, special
occasion November: kita akan diajak berkeliling ke tempat-tempat bersejarah
yang berhubungan dengan Peristiwa Sepuluh November, Ramadhan: mengunjungi
wilayah Ampel dan jejak-jejak Islam di Surabaya dan lain sebagainya.
Cok!
Kata-kata kota kita yang satu ini pasti udah nggak asing
wira-wiri di telinga kita, ya kan? Kalau boleh dibilang sih, kata ‘Jancok’ (atau dikenal juga dengan jancuk) ini
udah jadi kayak bahasa sehari-hari yang pasti dapat kita temui di seluruh
pelosok Surabaya.
Ketika kita masih kecil, mungkin kata Jancok sering kita
identifikasikan sebagai kata-kata yang kasar, jelek, dan tidak pantas jika
diiucapkan. Tak jarang, ketika itu kalau ada teman yang mengucapkan kata
tersebut, kita sering bergidik ngeri
sendiri. Tapi seiring dengan bertambahnya usia kita, apalagi ketika beranjak
pada fase ‘nakal-nakalnya’ di SMA, kita seakan-akan sudah bisa menerima
kata-kata ini dengan santai. Apalagi untuk teman-teman yang cowok nih, uh,
seakan-akan Jancok udah jadi kata yang sadar – nggak disadari, menjadi
celetukan wajib di setiap percakapan, dan justru... membuat suasana percakapan
menjadi semakin akrab.
![]() |
| source |
Ada beberapa versi bagaimana kata Jancok ini terlahir
ditengah-tengah masyarakat Surabaya:
Yang pertama dari versi kedatangan pedagang Arab, katanya
sih Jancok berasal dari kata Da’Suk. Da’ artinya meninggalkanlah kamu, dan Assyu’a
artinya kejelekan, jadi kurang lebih artinya Da’Suk = tinggalkanlah keburukan.
Kata ini kemudia melebur dalam logat arek-arek Suroboyo dengan lafal Jancok.
Yang kutu buku, yang kutu buku,
mari silakan merapat ke Surabaya! Karena di kota ini kalian akan dimanjakan tak
hanya melalui toko-toko buku ternama yang bertebaran di setiap mall-mall dan sudut
kota, tapi Surabaya juga menawarkan alternatif unik untuk membuka jendela dunia.
Berikut ini adalah Top Three tempat-tempat yang berhubungan dengan buku di
Surabaya yang wajib wajib untuk dikunjungi :)
Kampoeng Ilmu
Terletak di Jalan Semarang,
Surabaya. Kampoeng Ilmu adalah komplek pedagang-pedagang buku-buku bekas yang dahulu
berjualan di sepanjang kanan dan kiri Jalan Semarang. Sejak tahun 2009, Pemerintah
Kota Surabaya telah merelokasi pedagang-pedagang tersebut ke lahan seluas 6000 meter persegi
yang (tetap) berada di Jalan Semarang. Sekarang, Kampoeng Ilmu terus menerus
dipercantik dan dikembangkan oleh Pemkot Surabaya.
Begitu masuk ke dalam Kampoeng
Ilmu, suasana yang nyaman, sejuk dan asri akan kita dapatkan. Dinding-dinding
di sekitar dipenuhi oleh hiasan grafiti yang cantik, cantik. Melangkah lebih
jauh lagi, kita bisa menikmati taman-taman yang terpelihara dengan rapi, di
taman itu pula ada kolam-kolam yang digunakan masyarakat untuk membudidayakan
ikan nila. Di depan kolam tersebut, ada sebuah pendopo yang pas digunakan untuk
membaca buku yang baru kita beli. Tak jarang pula pendopo tersebut digunakan
sebagai tempat pameran, seminar / diskusi umum, ataupun acara-acara hiburan.
Nah, berbicara mengenai buku yang
dijual. Disini kita dapat menemukan berbagai novel atau majalah bekas,
buku-buku sekolah dan perkuliahan, sampai dengan buku-buku lawas yang antik bin
unik dengan bermacam-macam bahasa. Untuk harga, cukup miring! Lebih miring lagi
jika kita memiliki kemampuan yang jos dalam tawar-menawar. Bisa dapat sampai
setengah harga awal!
Ketika buku-buku sudah ada
ditangan, boleh kok duduk-duduk di pendopo sambil menikmati minuman atau makanan
yang dijual di warung sebelah pendopo. Bahkan, kita juga bisa menikmati
fasilitas wi-fi disini. Atau jika kurang referensi, kita bisa naik ke lantai
dua di bangunan sebelah barat Kampoeng Ilmu, karena disana terdapat
Perpustakaan Umum Kota Surabaya.
![]() |
| source |
Surabaya boleh bangga karena punya DBL! Yup,
Development Basketball League atau yang sebelumnya lebih dikenal dengan Deteksi
Basketball League ini telah menjadi acara yang melegenda tiap tahunnya di
kalangan pelajar baik SMP maupun SMA di Surabaya. Untuk kalian yang berdomisili
dari kota Surabaya pasti udah pernah ngerasain hebohnya DBL kan, bagaimana riuh
dan asyiknya saat bersahut-sahutan yel-yel dengan suporter lawan,
bagaimana tegang dan deg-degannya saat menit-menit terakhir pertandingan? Indeed,
DBL is amazing!
![]() |
| serunya dukung sekolah /source |
![]() |
| yel-yel competition /source |
![]() |
| Azrul Ananda |













