Waktu itu mau pulang lagi ke Surabaya dari Jogja, dan pagi itu saya kehabisan tiket Sancaka yang mungkin sudah pada diborong orang dalam rangka liburan long weekend. Akhirnya terpaksa pulang dengan tiket kereta ekonomi AC, berangkat dari Stasiun Lempuyangan. Setelah dianter Mas Bill ke stasiun dan nunggu beberapa lama, akhirnya kereta datang dan saya duduk di bangku sesuai dengan nomor yang ada di tiket.
Pagi itu kereta nggak seberapa ramai, beberapa penumpang yang sudah berangkat dari kota-kota sebelumnya pada memejamkan mata. Saya duduk berhadapan dengan seorang ibu yang naik dari Purwokerto dan juga akan turun di Surabaya buat menjenguk keluarganya yang lagi sakit.
Darisinilah kemudian saya dan ibu itu ngobrol ngalor-ngidul. Asal ibu ini tinggal di Jakarta, dan kedua anaknya sudah kuliah di Univeritas Soedirman, di Purwokerto. Tahu duduk di kelas tiga SMA, kemudian kami banyak mengobrol soal ujian nasional, seleksi masuk ptn, kuliah, hingga gaya hidup anak SMA swasta di Jakarta. Ibu ini ternyata tahu dengan detail tentang topik yang kita bicarakan, berhubung ternyata anaknya juga baru lulus tahun lalu, dan beliau pernah jadi komite di sekolahnya anaknya (SMA Al-Azhar Bekasi).
She's kind of smart mom, wise, and talkactive.