This Semester Essentials
June 19, 2015
Satu kata untuk menggambarkan semester empat: seru! Dari
awal semester ini dimulai, kami mendapatkan banyak tugas baik kelompok ataupun
individu. Salah satu mata kuliah yang rajin sekali memberikan kami tugas adalah
Jurnalisme Media Cetak alias JMC! Tugasnya pun bermacam-macam, mulai dari
mengidentifikasi unsur 5W+1H, membuat berbagai bentuk berita, hingga membuat
kolom ala-ala Tempo. Sayangnya tugas yang kami kerjakan setiap minggu tidak
pernah sempurna di mata dosen kami. Maka tak heran jika hari Rabu pagi selalu
diwarnai dengan kritik yang tiada habis-habisnya dari dosen kami.
Puncak dari perjuangan JMC adalah saat UAS kemarin! Dua hari
sebelum tanggal ujian, dosen kami memberikan brief berita yang harus kami
liput. Jumlahnya ada empat, masing-masing memiliki spesifikasi yang harus
diperhatikan, mulai dari jumlah paragraf yang diminta, nilai berita yang harus
ditonjolkan hingga penulisan gaya bahasa yang menyerupai Tempo, Sindo, Kedaulatan
Rakyat, dan Kompas. Ditambah lagi peristiwa yang menjadi dasar bahan liputan
kami juga harus fresh. Keempat berita
tersebut harus dikumpulkan dalam 48 jam!
So, instead of work hard,
we choose to work smart, hehehe. Masih teringat kami, satu angkatan
konsentrasi media, berunding mengenai strategi yang harus kami tempuh. Selepas
itu juga, kami langsung mencar-mencar
ke seluruh penjuru DI Yogyakarta untuk mencari informasi yang dibutuhkan.
Dua hari itu benar-benar menjadi hari yang berkesan. Saya
bahkan rela menenggak bergelas-gelas kopi dan tidak tidur selama dua hari
tersebut (Bohong ding, tidur kok…. tiga jam). Hari Senin pukul setengah empat
pagi akhirnya semua pekerjaan saya baru benar-benar selesai. Karena takut
ketiduran, saya langsung mandi. Sungguh dinginnya bukan main karena akhir-akhir
itu udara Jogja bisa mencapai 19°C! Selepas itu saya langsung mencari
tempat print yang sudah buka
dikarenakan printer saya rusak. Jangan
tanya deh bagaimana rasanya menembus udara Jogja pagi itu, freezing! Sampai-sampai saya mengutuk diri sendiri karena lupa
memakai jaket.
Ketika hasil cetak pekerjaan ada di tangan bukan berarti
pula saya bisa tenang. Saya sampai di kampus pukul setengah tujuh padahal batas
pengumpulan masih 7.15. Di kampus sudah banyak teman-teman lain, beberapa di
antaranya bahkan terlalu resah untuk sekadar duduk. Kami berdiri tegak di depan
pintu ruangan dosen yang belum dibuka. Banyak yang belum mandi, belum tidur (of course), dan belum sarapan (ya iyalah).
Pokoknya mah UAS JMC rasanya masih
belum afdol selesai sebelum kartu
ujian tertanda tangani oleh dosen tercinta.
Begitu waktu menunjukkan pukul 7.08 kami semakin bergerombol
di depan pintu ruangan dosen yang tak kunjung datang. Resah sudah tak
tertahankan. Begitu dosen datang, langsung semua teman-teman berubah bak
pasukan pencari bantuan BLT. Berdesakkan dan sikut-sikutan demi beberapa poin
bonus bagi yang mengumpulkan sebelum 7.15. Sungguh ya, di tengah sesak itu ada
perasaan haru dan bahagia. Semuanya benar-benar berakhir, perjuangan JMC satu
semester ini telah berakhir!
![]() |
| ramainya sudah seperti fansigning |
Selepas pekerjaan terkumpul, rasanya UAS sudah berakhir. Padahal
JMC justru menjadi ujian pertama kami di semester ini. Yaaa, semoga saja pada
akhirnya kami benar-benar lulus mata kuliah ini dengan nilai yang memuaskan.
Amin.

0 komentar