Hip Hip Hurray

June 08, 2015

Hari Sabtu kemarin saya ada panggilan wawancara magang di Hipwee, sebuah media online baru di Indonesia. Sebelumnya saya memang memasukkan lamaran untuk posisi Editor Team Internship. Setelah lama tidak berbalas saya menyimpulkan kalau mungkin saya tidak diterima. Hingga akhirnya, ketika saya sudah berencana pulang (untuk menikmati indahnya weekend di pantai Banyuwangi), tiba-tiba saya menerima telepon dari Hipwee. Mereka mengabarkan kalau saya lolos, bukan main senangnya! Akhirnya tiket kereta api yang saya pesan tersebut terpaksa saya batalkan, mengingat di hari Jumatnya juga ada wawancara calon penerima beasiswa dari Bank Indonesia (yang kabarnya juga datang secara tiba-tiba).

Setelah mengatur ulang jadwal, mengurus pembatalan tiket, dan memberi kabar kepada Ibu karena saya tidak jadi menemani beliau berlibur, saya merenung sebentar. Pertama, saya sebenarnya bingung, tidak tahu harus sedih atau senang. Liburan bersama Ibu ke Banyuwangi sudah lama saya nanti-nantikan, berhubung di semester ini saya sama sekali belum sempat berplesir. Kabar kelanjutan beasiswa dan magang yang saya ajukan juga nihil sebelumnya. Saya pikir dua-duanya sudah pupus. Jadi begitu saya dapat kabar berturut-turut untuk wawancara beasiswa dan wawancara magang di Hipwee, wow sungguh saya terkejut.

Akhirnya saya mencoba meyakinkan diri bahwa kesempatan (berlibur) yang saya korbankan tidak akan sia-sia karena dua kesempatan lain yang juga saya idamkan ada di depan mata. Saya hanya berharap semoga mendapatkan hasil yang terbaik.

Begitu hari Sabtu tiba, saya sedikit nervous. Saya bolak-balik membaca Hipwee agar setidaknya saya tahu bagaimana karakteristik mereka jika ditanya pada saat wawancara nanti. Saya bahkan terpaksa izin untuk meninggalkan teman-teman newsroom sebelum konferensi pers Jogja ArtWeeks dimulai. Akhirnya jam dua tepat saya sudah berada di Hipwee HQ bersama empat orang 'saingan' lain.

Di sana kami dijelaskan mengenai apa itu Hipwee, bagaimana perkembangannya, dan sebagainya. Satu jam kemudian kakak-kakak ((kakak)) Hipwee mulai menjelaskan tugas dan jam kerja. Spontan akhirnya saya memotong pembicaraan dengan satu pertanyaan bodoh yang berbuah jawaban... ternyata ini tidak ada tahapan wawancara. Kami yang datang siang itu sudah diterima jadi intern. Hahahaha.

Syukurlah.

Sebagai konsekuensinya, liburan dan bulan puasa ini saya tidak akan pulang ke Surabaya!! Walaupun demikian saya tidak terlalu kecewa karena target magang selama liburan semester ganjil ini sudah ada di tangan. Deg-degan juga sebenarnya untuk magang di Hipwee. Media online ini punya karakteristik tulisan yang cukup berbeda dengan yang selama ini saya kerjakan, lebih kreatif, fresh, dan kekinian a la anak muda begitu. Saya sejujurnya juga merasa sedikit bersalah dengan Mas Wendra. Kalau beliau mengetahui saya magang di Hipwee --yang menurutnya telah melenceng dari kaidah jurnalisme itu-- bisa-bisa.....  Maafkan ya pokoknya, Mas.

Ya semoga saya bisa belajar banyak dalam dua bulan magang di Hipwee nanti. Pastinya akan menyenangkan untuk menimba ilmu di media online yang tumbuh sangat pesat ini. Embrace the new experience,  I am ready!

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe