We All Dead
May 22, 2015
Pernah mendengar istilah "Death by PowerPoint"? Pasti kita semua pernah mengalaminya. I swear.
![]() |
| source |
Menarik untuk memikirkan bagaimana kehadiran sebuah teknologi dapat mengubah pola kehidupan sehari-hari. Penemuan komputer, Microsoft, dan PowerPoint mungkin menjadi hal yang berpengaruh bagi bidang pendidikan. Dengan PowerPoint, proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan lebih ringkas. Pengajar tak lagi harus bersusah payah menjelaskan materi melalui goresan kapur atau spidol, semua dapat tersaji apik pada slide-slide PowerPoint. Dalam beberapa kesempatan, PowerPoint memang menjadi fasilitas yang banyak membantu pengajar dan siswa. Namun yang saya rasakan, model pembelajaran seperti ini tidak jarang jadi menjemukan.
Apalagi kalau siswanya sendiri yang presentasi... Model pembelajaran ini sudah tak asing lagi: siswa diminta membentuk kelompok-kelompok, setiap kelompok mendapatkan materi pembahasan yang berbeda, mereka akan mengumpulkan makalah dan melakukan presentasi materi pada tiap pertemuan. Sudah berapa lama kita semua merasakan pola pembelajaran berbasis presentasi PowerPoint tersebut?
Apalagi kalau siswanya sendiri yang presentasi... Model pembelajaran ini sudah tak asing lagi: siswa diminta membentuk kelompok-kelompok, setiap kelompok mendapatkan materi pembahasan yang berbeda, mereka akan mengumpulkan makalah dan melakukan presentasi materi pada tiap pertemuan. Sudah berapa lama kita semua merasakan pola pembelajaran berbasis presentasi PowerPoint tersebut?
Is that fun? Maybe yes at the first time.
Saya masih ingat masa awal-awal menggunakan PowerPoint di SMP. Ketika diminta mempresentasikan materi dengan PowerPoint, kami semua akan begitu semangat mengatur gerak animasi dari materi yang akan ditampilkan. Masuk dan keluarnya tulisan diatur sedemikian rupa, kadang ditampakkan seolah-olah jatuh satu-persatu atau berputar-putar layaknya angin topan. Tak kalah penting, gambar bergerak atau GIF yang lucu harus sesekali disisipkan. Ah, belum lagi masalah transisi dari satu slide ke slide yang selanjutnya. Sungguh sebuah mainan baru yang mengasyikkan.
Di SMA pun tidak jauh berbeda, gambar background dan tulisan harus diatur se-matching dan se-catchy mungkin agar teman-teman menjadi tertarik. Namun karena tugas presentasi yang semakin sering, terkadang tidak ada cukup waktu untuk mengotak-atik tampilan. Materi pun dibuat asal-asalan, makalah berpindah ke slide presentasi sehingga slide PowerPoint pun menjadi penuh dengan tulisan.
See, that seems familiar isn't it?
Sampai kuliah pun presentasi kelompokan dengan PowerPoint masih populer lho, jangan khawatir. Ide untuk menulis posting-an ini pun didapat ketika sedang memperhatikan presentasi teman-teman di kelas. Hmmmm.
Di SMA pun tidak jauh berbeda, gambar background dan tulisan harus diatur se-matching dan se-catchy mungkin agar teman-teman menjadi tertarik. Namun karena tugas presentasi yang semakin sering, terkadang tidak ada cukup waktu untuk mengotak-atik tampilan. Materi pun dibuat asal-asalan, makalah berpindah ke slide presentasi sehingga slide PowerPoint pun menjadi penuh dengan tulisan.
See, that seems familiar isn't it?
Sampai kuliah pun presentasi kelompokan dengan PowerPoint masih populer lho, jangan khawatir. Ide untuk menulis posting-an ini pun didapat ketika sedang memperhatikan presentasi teman-teman di kelas. Hmmmm.

0 komentar