Merapal Mantra Aktualitas dan Faktualitas
May 21, 2015
Media daring (online) berkembang dengan pesat. Informasi disuguhkan dalam
hitungan detik dari genggaman tangan pembaca. Namun, media cetak tetap bergerak
pasti dengan menjunjung tinggi dua mantra: aktualitas dan faktualitas.
Tidak selamanya teknologi dapat menggantikan bentuk fisik.
Sebagian orang masih merasa tak afdol dalam mencerna informasi
jika hanya mengandalkan media daring. Media cetak tetap dinanti. Surat kabar,
buletin, tabloid, maupun majalah menjadi gong informasi yang dapat lebih
dipercaya. Berita dirangkai melalui sebuah proses panjang keredaksian yang
penuh dengan berbagai macam pertimbangan. Aktualitas dan faktualitas yang
dihadirkan secara menyeluruh tersebut masih menjadi poin utama dalam
memenangkan hati pembaca.
Strategi a la B21
Sebagai badan pers kampus, SKM Bulaksumur UGM berusaha menempatkan
diri sebagai media yang memprioritaskan aktualitas dan faktualitas. Bulaksumur
Pos, buletin mingguan SKM Bulaksumur, lahir dari sebuah proses yang dilakukan
secara kontinu. Seluruh awak SKM Bulaksumur melakukan rapat tema pada hari
Sabtu tiap minggunya. Para awak mengangkat suatu tema yang dirumuskan dari
berbagi ide, isu, serta peristiwa yang terjadi di tingkat kampus, fakultas
maupun jurusan. Setelah tema utama diturunkan menjadi topik dan pertanyaan
spesifik, awak redaksi bersama fotografer bergerak memburu informasi,
konfirmasi, serta pendapat para ahli yang mumpuni.
Selepas proses penulisan liputan tuntas, awak redaksi bersama
penjaga rubrik berdiskusi untuk mengevaluasi hasil tulisan. Tulisan tersebut
akan kembali diperiksa oleh koor Bulaksumur Pos, editor, dan pemimpin redaksi.
Barulah di hari Rabu, awak produksi akan mengemas tulisan tersebut dengan layout dan
ilustrasi yang apik. Sementara itu, awak litbang akan melengkapi Bulaksumur Pos
dengan survei dan data sesuai dengan tema yang diangkat. Proses keredaksian
akan ditutup pada hari Kamis dengan digelarnya rapat tajuk. Dalam rapat tajuk
akan dilakukan evaluasi terhadap progres, kinerja, dan kendala keseluruhan yang
terjadi selama proses peliputan maupun penulisan. Rapat tajuk juga menjadi
diskusi penentuan standing opinion SKM Bulaksumur tehadap isu
yang diangkat.
Kontrol Kualitas Pada Pers Tingkat Fakultas
Senada dengan SKM Bulaksumur UGM, BPPM Equilibrium FEB UGM
mempunyai strategi tersendiri untuk menghadirkan produk yang aktual dan
faktual. Salah satu produk andalan BPPM Equilibrium adalah EQNews yang terbit
setiap satu bulan sekali. Proses pengerjaan EQNews diawali dengan rapat tema
pada minggu ketiga setiap bulan. Namun sebelum rapat tema diadakan, awak
redaksi menggelar rapat internal, “Semua awak redaksi berdiskusi mengeluarkan
semua ide dan informasi untuk diajukan ke rapat tema. Tujuan dari rapat ini
agar tema dapat lebih fokus dan redaksi bisa lebih memahaminya,” kata Nela
Navida, Pemimpin Redaksi Cetak BPPM Equilibrium.
Setelah keputusan pada rapat tema dicapai, awak redaksi akan
mendiskusikan masalah tersebut secara lebih mendetail dengan pimred dan wakil
pimred. Pimred dan wakilnya akan terus memandu dan mengevaluasi hasil tulisan
sebelum akhirnya diserahkan kepada editor senior. Demi mendapatkan hasil yang
maksimal, proses penyuntingan dapat dilakukan dua hingga empat kali, “Kontrol
kualitas penting agar isi tulisan benar-benar terjamin kebenarannya,” tambah
Nela. Keseluruhan proses keredaksian EQNews tersebut dituntaskan dalam waktu
sepuluh hari.
Mengaji Ulang Aktualitas Media Cetak
Keberadaan media daring seakan menyisihkan unsur aktualitas dari karakteristik
media cetak. Ukuran baku aktualitas menjadi kabur. Tentu, aktualitas antara
media daring dan cetak tidak dapat disamakan mengingat teknologi yang digunakan
berbeda. “Kehadiran media baru bersifat melengkapi media yang sudah ada. Ia
tidak akan pernah bisa menggantikan karena media cetak punya karakteristik yang
khas,” terang Rahayu, SIP., M.Si, Dosen Ilmu Komunikasi UGM.
Rahayu menambahkan jika tantangan yang dihadapi oleh media harian, mingguan,
dwi mingguan, dan bulanan berbeda. Media harian atau media daring memiliki
kewajiban utama untuk melaporkan peristiwa dalam bentuk straight news atau hard
news. Sedangkan media yang terbit secara mingguan atau bulanan harus dapat
menyajikan berita yang berbeda, “Aktualitas harus diinterpretasikan berbeda.
Peristiwa yang terjadi dapat dikaitkan dengan isu yang lain serta dapat
dieksplor dengan indepth interview, investigasi, dan data dari
beragam perspektif,” tambah Rahayu. Aktualitas hadir dalam konteks dan analisis
yang jauh lebih luas. Faktualitas diperdalam sehingga tedapat unsur kepantasan.
Perpaduan tersebut menjadi keunggulan media cetak, khususnya yang terbit secara
mingguan atau bulanan. Semuanya dilakukan dengan tujuan untuk tetap menjaga
kualitas media cetak sekaligus menjaga loyalitas pembacanya. (chk)
Ditulis sebagai artikel Cover Story
Edisi Ulang Tahun
0 komentar