#31harimenulis Prologue
May 20, 2015![]() |
| source |
Menyenangkan rasanya, menantang diri untuk aktif kembali nge-blog setelah sekian lama timbul
tenggelam menulis di sini. Mulai hari ini saya mengikuti sebuah project berjudul #31harimenulis yang
diadakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi UGM. Dapat ditebak dari judulnya,
#31harimenulis adalah project yang
mengajak para pesertanya untuk bersama-sama menulis, entah menulis apapun,
selama satu bulan tiada henti. Mungkin mengajak bukan kata yang pas, mari kita
sebut memaksa karena setiap kami absen menulis maka dua puluh ribu rupiah akan
melayang untuk membayar denda. Hmm, strategi yang cukup bagus.
Namun, saya sedikit bersyukur karena #31harimenulis
benar-benar membebaskan pesertanya untuk menulis apapun, tanpa tema tertentu,
tanpa batasan kata, tanpa melihat gaya bahasa, dan lain-lain. Menurut saya
sendiri, menulis itu membebaskan.
Dalam setiap tulisan yang saya baca, saya selalu dapat melihat keunikan
masing-masing orang yang menulisnya. Ada yang begitu runtut menyampaikan
pemikirannya dengan lugas. Ada yang menuliskan kejadian yang ia alami dengan jenaka.
Ada yang menulis dengan begitu dalam sehingga saya pun seolah-olah dibuat
terhanyut. Menulis itu menyenangkan, menenangkan, mendamaikan. Yaa walaupun alay, setidaknya itu yang saya rasakan.
“Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.”
― Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
So, let’s begin the
journey! #31harimenulis

0 komentar