SAVE OUR ZOO!

August 24, 2010

He, aku lo kasian kamu ngeliat binatang-binatang yang ada di KBS sekarang, sumpah nggak tega. Aku masih inget waktu bulan Juli lalu, aku mbolang sama Ve dari Taman Bungkul ke KBS. Pertama kali masuk KBS itu udah kerasa banget KBS nggak kerawat, bau kotoran, sampah-sampah daun berserakan dimana-mana. Beda banget waktu aku ngunjungi KBS 2 tahun sebelumnya, waktu aku kelas tujuh, KBS masih kerasa teduh dan rame dengan teriakan monyet-monyetnya. Aku sebenernya suka banget pergi ke KBS.
Oya, banyak banget kandang kosong, mulai dari kandang orangutan, cheetah, harimau, beruang madu, monyet, dan lebih banyak lagi kandang-kandang kotor dengan kondisi satwanya yang sangat memprihatinkan.
Lets check this one out:

Kompas, Minggu, 22 Agustus 2010.
Memasuki Kebun Binatang Surabaya, Sabtu (21/8), bau kotoran menyergap hidung. Kesan kumuh langsung menohok mata. Daun-daun kering terserak hampir disetiap kandang satwa.
Sebagian kandang tidak terawat, selain berkarat, kandang-kandang di Kebun Binatang Surabaya (KBS) juga rusak dan hanya diperbaiki sekenanya. Hal itu terlihat, antara lain, di kandang iguana, ular, pelikan, dan rusa. Sejumlah kaca dikandang iguana dan ular yang pecah hanya direkat dengan tambalan. Kondisi makin mengenaskan karena kandang iguana juga ditinggali tikus got. Sayuran dan potongan buah-buahan yang disediakan bagi iguana sering kali tampak dikerubuti tikus.
Kandang pelikan (Pelecanus conspicillatu) yang berukuran 12 meter x 7 meter itu terisi lebih dari 150 pelikan sehingga tampak berdesak-desakan.
Kandang berbagai jenis rusa di satu sudut terlihat gersang. Di beberapa kandang, tidak ada satu pepohonan pun yang menjadi peneduh. Hanya ada atap sekedarnya dari seng. Seekor rusa jantan terlihat sedang merendam tubuhnya dalam kolam air minum.
Wahana permainan sederhana yang ada di KBS, seperti perahu kayuh berbentuk angsa, tidak terawat. Dengan perahu kayuh pengunjung bisa mengitari pulau tempat sepasang siamang dan seekor anaknya yang tinggal dan mengamati kambing gunung. Namun pulau ini terkesan agak mengerikan karena pepohonan tumbuh tidak beraturan dan dinding yang dicat seperti bebatuan tak terawat. Sampah mengabang di air yang berwarna hijau kecoklatan. Yang lebih menghawatirkan, di tengah perjalanan air akan mulai menggenangi dasar perahu kayuh.
Konflik berkepanjangan akibat adanya dua kubu, yakni kubu Stany Soebakir dan kubu Basuki Rekso Wibowo, dalam kepengurusan Lembaga Konservasi Kebun Binatang Surabaya (LKKBS) membuat kebun binatang itu tidak terawat. Sebanyak 709 satwa koleksi mati dalam 2,5 tahun terakhir.
Hal itu mendorong Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Darori membentuk tim manajemen sementara KBS yang dipimpin oleh Tony Sumampouw, akhir Februari. Namun, konflik semakin panas. Sebulan lalu, manajemen sementara memberhentikan 30 karyawan yang kebanyakan pegawai kebersihan yang diangkat oleh Basuki akhir tahun lalu.
Dalam sepekan terakhir, setidaknya tujuh hewan koleksi mati. Beberapa diantaranya merupakan satwa yang dilindungi, seperti harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan ungka (Hylobates agilis) ...(INA/BEE)

Pengelolanya lo kok bisa setega itu, nggak kasian ta sama binatangnya? Udahlah nggak usah pake memperpanjang konflik segala, penghuni KBSmu lo udah teriak-teriak kesakitan pak.
Nunggu berapa hewan lagi yang mati pak ? Sudah 709 lo, TUJUH-RATUS-SEMBILAN ekor yang mati pak. Aku ae yang bukan binatang miris, gimana perasaannya yang binatang? KASIAN PEK :'(




yayayaya.
chikianwar.

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe