Social Notworking

March 24, 2012


Sesekali, bahkan cukup seringkali, saya melihat pemandangan ini: sekelompok remaja sedang duduk dan berkumpul bersama namun mereka sibuk dengan handphone atau smartphone masing-masing. Kadang saya dan teman-teman pun juga terjebak dalam situasi ini. Sudah mengebu-ngebu mengajak bertemu dan berkumpul via social media, tapi justru setelah ketemu suasana jadi kikuk dan merasa kalau obrolan kita tidak seseru jika dibandingkan obrolan via Twitter, BBM, atau Facebook. Seakan-akan kemampuan komunikasi verbal ini menurun drastis. What happened to us?

Gadget: Blackberry, iPhone, atau iPad kini telah menjamur, menempati sebagian besar kantong remaja, dibawa kesana-kemari, bahkan menjadi gengsi dan ukuran prestis seseorang. Kita bisa lihat kondisi ini pada masyarakat negara kita Indonesia, penggunaan smartphone Blackberry contohnya,  Indonesia telah didaulat sebagai pengguna Blackberry terbanyak di dunia. Yang awalnya 'hanya' 400.000 orang, pada tahun 2012 ini telah meningkat signifikan menjadi lima juta pengguna dan diperkirakan pada tahun 2015 nanti  akan menembus angka 9,7 juta pemakai. Tak heran apabila Indonesia menjadi target pemasaran utama bagi RIM (Research In Motion), produsen Blackberry.

Tentunya kita-kita, para remaja juga merupakan pengguna setia kemajuan teknologi ini. Ya kan? Fitur social networking seperti BBM, Twitter, atau Facebook sudah seperti menjadi pelengkap hidup kita saja. Menurut survei yang dilakukan oleh firmcomscore pada Juni 2010 lalu diketahui bahwa sebanyak 20% dari 45 juta populasi pengguna akses situs jejaring sosial Twitter, berasal dari Indonesia. Wah wah wah.


Memang melalui gadget tersebut memang banyak manfaat yang bisa didapatkan: komunikasi dengan orang-orang terdekat menjadi lancar, mendekatkan yang jauh, bahkan mengenal yang belum dikenal. Dengan satu sentuhan jari pun, kita langsung dapat dihibur dengan berbagai macam fitur. Seperti contohnya urusan kerja dan pembayaran, kini dapat dengan mudah kita lakukan dimana saja dan kapan saja. Dan masih sangat banyak sekali sisi positif dari kemajuan teknologi tersebut. Salah satu pemuda Indonesia yang dapat memanfaaatkan kemajuan teknologi dan fasilitas jejaring sosial dengan baik adalah Pandji Pragiwaksono. Siapakah dia?


Pandji Pragiwaksono, penulis buku Nasional.Is.Me ini menggagas semangat #IndonesiaUnite melalui jejaring sosial. #IndonesiaUnite  sendiri awalnya adalah usaha untuk mengembalikan citra Indonesia di mata dunia yang rusak akibat serangan bom yang dilakukan teroris di Hotel Ritz Calton dan JW Marriot Jakarta pada tanggal 17 Juli 2009. Pengguna jejaring sosial Indonesia berhasil dipersatukan, tweet-tweet mengenai hal-hal positif mengenai Indonesia membanjir dan berhasil merebut trending topic. Tweet dan trending topic #IndonesiaUnite didengar dunia, diliput CNN, koran dari Singapura sampai Australia, serta media internsional lainnya. #IndonesiaUnite kemudian seakan-akan telah menumbuhkan semangat kebangsaan lagi, dan itu semua awalnya dilakukan melalui jejaring sosial. Great isn't it?

Penggunaan teknologi dirasa tak akan menjadi masalah jika kita bisa memanage-nya dengan baik, bahkan memanfaatkannya seperti apa yang dilakukan Pandji tersebut. Yang akan menjadi masalah adalah saat penggunaan socnet tersebut mulai dirasa berlebihan. Gonta-ganti personal message dan display picture di BBM, jadi keranjingan check in lokasi di Foursquare, tangan berasa gatel kalo nggak ngetweet, ngapaiiin? Kalau kaya gitu bukan kita yang menjadi majikan dari si teknologi tersebut, tapi seakan-akan kita yang diperbudak dengan kemajuan zaman. Smart-gadget user must be smart too!


Social networking emang seru. Keranjingan berhubungan dengan para teman via socnet kadang-kadang ngebuat lupa gimana rasanya punya temen buat diajak ngobrol face to face. Dalam kasus yang saya bilang di awal tulisan ini, mungkin banyak cerita telah ditumpahkan secara online, begitu kumpul-kumpul … eh malah nggak tahu mau ngobrolin apalagi. Sebenarnya semua kembali kepada diri masing-masing tentang bagaimana kita menyikapinya, karena memang kemajuan teknologi khususnya social networking memang diciptakan untuk memudahkan kita berhubungan dengan orang lain. You’re allowed to enjoy it, it’s all about your choice. Kalau bisa malah, ciptakan masterpiece terbesarmu untuk Indonesia melalui kemajuan teknologi ini! (chk)

You Might Also Like

2 komentar

Subscribe