Kalau Unas Sudah Direkayasa ...
March 26, 2012
Hari demi
hari semakin bergulir meninggalkan bulan Maret. Itu berarti pelaksanaan Ujian Nasional
atau UNAS bagi siswa-siswi di tingkat akhir jenjang masing-masing kian dekat.
Tahun ini rentetan pelaksanaan Ujian Nasional akan kembali diadakan pada 16
April sampai 16 Mei. Pasti semakin nderedeg.
Seperti
yang telah kita ketahui UNAS telah lama menibulkan kontroversi.
Entah
kenapa sepertinya rakyat Indonesia semakin mempunyai persepsi bahwa Ujian Nasional
merupakan sebuah momok. Banyak yang dibuat ketar-ketir karenanya. Khawatir akan
gagal, berbagai macam cara dan usaha dikerahkan. Mulai dari usaha yang memang
seharusnya dilakukan seperti giat berlatih dan mengikuti berbagai les pelajaran
tambahan serta berdoa, sampai usaha yang ehem-ehem, curang. Parahnya kecurangan
ini bukan hanya digagas oleh para siswanya saja, tetapi juga oleh para
pendidik, pihak bimbingan belajar, dan pembuat kebijakan itu sendiri.
Ya satu
kata yang bisa menggambarkan keadaan, memalukan. Segala regulasi dan sistem
keamanan yang dibuat seakan sia-sia karena dicurangi. Semakin ketat peraturan
semakin meningkat pula keterampilan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk
menghancurkan sistem pengawasan yang telah dirancang tersebut. Peraturan tidak
bisa disalahkan, bukan juga standar kelulusan yang terus meningkat, tapi ya
sepertinya yang harus disalahkan ya kita sendiri. Individu masing-masing yang
harus bertanggung jawab sesuai peran yang seharusnya.
Percuma
jika pemerintah telah merancang sistem keamanan berlapis, pengamanan naskah
unas, membuat tipe soal yang berbeda-beda. Untuk apa? Jika kecurangan tersebut
terjadi pada waktu pelaksanaan Unas di depan mata para pengawas ketika handphone
di laci siswa menerima sontekan jawaban.
Kalau kita
termasuk di dalamnya berarti percuma juga kita belajar selama tiga tahun ini?
(chk)


0 komentar