Pergantian
semester selalu memberikan tantangan yang semakin besar. Kuliah yang awalnya
selo, perlahan menunjukkan wujud aslinya. Nilai yang awalnya diberikan dengan
murah hati, sekarang menuntut perjuangan yang sepadan. Perkuliahan di semester
tiga ini banyak diwarnai oleh tugas kelompok. Jujur saja, saya kurang sreg
dengan yang namanya ‘kerja kelompok’. Sebenarnya tak masalah jika semua anggota
kelompok sama-sama bersemangat, nggak ilang-ilangan dan saling berkontribusi
dengan baik. Kerja kelompok toh memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan
dengan kerja individual, misalnya kita dituntut untuk bertukar pikiran dengan
orang lain, mendapatkan pengetahuan dan sudut pandang baru dari mereka, saling belajar
berkompromi, membangun hubungan dengan orang lain dan semacamnya. Namun jika
yang berperan aktif dalam kelompok hanya beberapa orang, tujuan itu tentunya
tak dapat dicapai. Keberadaan anggota yang numpang nama justru hanya akan
menjadi beban bagi anggota lainnya.
Beruntungnya,
di semester ini saya mendapatkan kelompok yang klop untuk salah satu mata
kuliah paling penting dan paling berat, yaitu Metode Penelitian Kuantitatif
Komunikasi. Dari awal, dosen kami telah mewanti-wanti untuk membentuk kelompok
dengan anggota-anggota yang sudah saling akrab dan nyaman untuk diajak bekerja
sama. Pasalnya, selama satu semester tersebut kami akan melakukan penelitian
sungguhan! Untuk ujian tengah semester kami diwajibkan membuat proposal
penelitian sedangkan hasil eksekusinya akan dipresentasikan pada sidang ujian
akhir semester.
