23: 49
Lecker Rumah Kopi & Resto
Kopi pahit (yang kebanyakan gula) pertama
Lecker Rumah Kopi & Resto
Kopi pahit (yang kebanyakan gula) pertama
Tenggelam dalam referensi
Hujan kedua di Jogja
Cucian belum diangkat
| I look to the corner of my room, beside the cupboard. Notice this, cookies can. I almost forget that I kept a lot of things which contain million memories here. |
| I dont understand what I've done. I kept things here, it just like any participant card, movie tickets, bill and nota, photos, until my keplek when I was JHS. |
| 2007. Graduated from SDN Tandes Kidul 2 Surabaya. I was very very smart when in the elementary years. Perfect score could be get easily. Ahh, if I could I want get back to that time. |
| Movie tickets. You see Final Destination 5 on Sunday 2nd October there? Yes? <3 |
| Oh my God! Fiuh, first year of high school, I join journalistic (Joer-V) and it was gave me such a lot of task. Hectic, hectic, but it's fun! Love it. |
| Aha DetEksi-Con 2010. Hmmmmm, tuh kaaan inget tasku yang hilang T_T |
| AFS 3rd Round Selection. I failed. Until now, it's such a big dream: to go to overseas, anywhere, free, by my own ability. What can I do then? So envy with Japan Trip post on So blog. *gigitjari* |
| Krik-krik-krik. Good night everyone. 22:50. Chiki's room. |
Roda kehidupan senantiasa berjalan. Kehidupan serta berbagai permasalahan datang silih berganti.
Teman lama pergi lalu datanglah teman baru sebagai ganti mereka yang meninggalkan kita.
Malam ini saya duduk di depan sebuah styrofoam yang saya tempeli dengan berbagai macam gambar-gambar serta potret diri dengan teman-teman mulai dari zaman TK hingga SMA ini. How picture never changes but people in that pictures did? Menyedihkan. Menyedihkan? Ya kah?
Hidup terus berjalan maju. Let’s fact it, kalian punya teman-teman baru, begitu pula dengan aku. Walaupun terkadang sedikit mengecewakan jika mengingat hubungan antara teman lama sudah tak sehangat dulu lagi. Kadang sedikit cemburu melihat teman-teman lama mempunyai teman baru, dan kesibukan baru. Melihat mereka saling bertukar cerita dengan kawan-kawan barunya, padahal dulu kita selalu dekat dan berada di posisi teman-teman baru itu. Lalu perlahan lama-lama terasa seperti ada sebuah jarak yang terbangun ditengah hubungan, kita tidak mengetahui apa saja perubahan-perubahan yang ada pada teman-teman lama. Pertemuan dan obrolan selanjutnya pun akan kadang terasa canggung.
But we all did it.
Sudah beberapa kali saya memikirkan orang yang sama. Oke, berkali-kali maksud saya.
Tapi saya kadang juga menyadari akan kenyataan yang sedang terjadi.
Telah saya yakinkan, entah untuk kesekian kalinya, pada diri saya sendiri. Bahwa jika toh saya tidak bisa menjangkaunya, itu berarti ada rencana dari Tuhan yang lebih baik untuk saya, lebih dari yang saya inginkan. Untuk kesekian kalinya pula, saya berusaha memikirkan kekurangan-kekurangan orang tersebut sehingga saya bisa melapangkan dada untuk tidak menerima orang tersebut di hati saya.
Sudah sering saya terapkan hal-hal di atas untuk mengatur perasaan hati saya. Efektif? Ya, terkadang. Apalagi jika ditambah dengan berbagai macam kesibukan, niscaya saya akan lupa padanya dalam sekejap. Tetapi jika suntuk dan kegalauan datang menyindir-nyindir kesendirian, semua benteng itu, pastilah runtuh adanya.
Rindu kadang, menyesakkan.
Melihatmu berlari mengejar asa harapan.
Meninggalkan serpihan warna yang kau goreskan.
Seharusnya dapat ku sibakkan belenggu yang kau tanam.
Tapi jala-jalamu telah melekat dengan tajam.
Dalam.
Maka jalan terbaik adalah menunggu waktu menggelontorkan noda yang sedikit banyak telah mencemari hati.
#prayforme
CHIKIANWAR.