JAMBREEEET!
December 17, 2011
THE JAMBRETS!
XI-IPS SMALA '13
Astrid
Rachmadian Noor. Astrid, Acid, Ambengan,
Mbeng.
Salah satu
K-Popers di dalam kelas yang tergila-gila dengan Rain. Bernomer absen satu.
Terdepan mengawali The Jambrets dalam nomer absen, tetapi tidak soal kedatangan
di pagi hari. Walaupun rumahnya hanya berjarak sekitar tiga ratus meter dari
gerbang sekolah, namun mbretti berkacamata dan bersuara merdu ini selalu datang
terlambat. Ya, selalu, hingga membuat anak-anak satu kelas geram dengannya.
Rumahnya yang berlokasikan di Jl. Ambengan membuat ia mendapatkan julukan
“MBENG” atau “SI AMBENGAN” oleh mbretta dan mbretti XI-IPS. Nekat dan gigih
memperjuangkan Bhs. Mandarin untuknya di saat satu kelas mendapat pelajaran
Bhs. Jerman. Celetukannya selalu berujung dengan sahutan “oposee triiiiid” dari
anak-anak. Mereka bilang dia lebay. Calon mahasiswa Sastra Tionghoa Universitas
Indonesia, amin.
Bianda
Retno Widyani. Bianda, Bii.
Pemilik boneka
Timmy The Sheep, boneka maskot kelas yang selalu dipeluk-peluk bahkan menjadi
alas tidur mbretti XI-IPS. Selalu mengeluarkan suara-suara gak jelas, dari
mengembik, mengeong, sampe “uwaaa” dengan tangan yang digoyang-goyangkan
membentuk gelombang ombak. Mengaku dirinya sarkas dan memang kadang cukup
sarkas ditambah dengan ekspresi wajah yang seringkali berubah menjadi menyeramkan.
Mbretti berjilbab ini mempunyai pemikiran lebar yang kreatif dan penuh dengan
inovasi. Sekarang sedang menjabat pula sebagai Ketua SS Karawitan yang sedang
dihadiahi pendopo dan seperangkat alat karawitan baru oleh sekolah. Calon
mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia, amin.
Carissa
Hanjani. Ica.
Mbretti bertangan
paling kecil diantara sejuta umat. Walaupun bertangan kecil dirinya pun tetap
pede untuk mengacungkan tangan di kelas untuk bertanya atau menyampaikan
pendapat. Saat ini jemari-jemari kecilnya sedang santer untuk belajar memetik
gitar bersama Bayu. Menjadi yang paling berisik disaat dirinya sedang dalam
mood yang hyper, dijamin tidak ada yang bisa menghentikan tawa
terbahak-bahaknya, tapi dapat pula menjadi yang paling diam dikala dilep atau
sedang bad mood. Salah satu tim inti debat di SS Glass yang sudah tak perlu
diragukan lagi kepiawaiannya. Calon mahasiswa llmu Ekonomi Universitas
Indonesia, amin.
Chasbi
Asidiqi. Chasbi, Botak, Tak.
Satu dari empat lelaki di kelas. Memiliki passion yang tinggi terhadap pelajaran sejarah dan sangat menggemari cerita-cerita heroik tentang perjuangan pahlawan Indonesia. Walaupun orangnya cukup geje tapi si Chasbi ini mahir dalam ilmu per-html-an sehingga ia menjadi satu-satunya tonggak harapan anak-anak The Jambrets dalam pelajaran TIK. Sekarang sedang menjabat sebagai Wakil Ketua SS PSHT, seperti wiro sableng dia begitu lincah dan mahir memainkan silat. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya, amin.
Satu dari empat lelaki di kelas. Memiliki passion yang tinggi terhadap pelajaran sejarah dan sangat menggemari cerita-cerita heroik tentang perjuangan pahlawan Indonesia. Walaupun orangnya cukup geje tapi si Chasbi ini mahir dalam ilmu per-html-an sehingga ia menjadi satu-satunya tonggak harapan anak-anak The Jambrets dalam pelajaran TIK. Sekarang sedang menjabat sebagai Wakil Ketua SS PSHT, seperti wiro sableng dia begitu lincah dan mahir memainkan silat. Calon mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya, amin.
Dzikri
Sabillah Anwar. Chiki.
Satu-satunya mbretties
yang selalu datang paling awal, setia setiap saat mengawali hari. Memegang
keuangan The Jambrets, menjadi bahagia jika bisnis printer The Jambrets sedang
ramai dan menghasilkan banyak uang. Entah kenapa kerap kali dipanggil Chikopat
oleh anak-anak lain, padahal menonton Rumah Dara-pun ia tak kolu. Sepertinya cukup
sekian *merasa aneh mendeskripsikan diri sendiri*. Calon mahasiswa Komunikasi
Universitas Gadjah Mada, amin.
Heraldha
Savira. Sasha, Sepik.
Presenter dan
penyiar dari The Jambrets. Tak pernah lepas dari yang namanya handphone, baik
pada waktu pelajaran maupun ulangan. Dirinya juga memiliki hobi untuk selalu
memintai semua makanan milik anak-anak yang ada di kelas. Walaupun masih
sekolah, ia sudah dapat menghasilkan uang sendiri dengan menjadi guru piano
untuk anak-anak. Jam terbangnya pun sudah sangat padat, oleh karena itu pula
mungkin ia seringkali ditemukan absen karena sakit, ataupun terbaring lemah di
UKS. Dalam hal mengalihkan perhatian guru, Heraldha jagonya. Calon mahasiswa
Bisnis Manajemen Universitas Indonesia, amin.
Hanif
Abida. Bida, Ringkih.
Yang terlintas
dalam benak rekan-rekan The Jambrets-nya ketika ia dinyatakan absen adalah
pecah. Ya, seperti halnya sebuah kaca yang rapuh, ia sangat ringkih alias
sangat mudah sekali sakit. Langganan absen pada hari Jumat, sehari setelah
olahraga. Sering juga menghabiskan waktu pelajaran di UKS dengan alasan kondisi tubuhnya yang lemah. Selain itu, Bida juga memiliki kemampuan untuk tidur, the sleepy head
anywhere anytime, bahkan di kala guru sedang menerangkan pelajaran. Seringkali
membuat kelas menjadi berwarna dan ramai ceria. Namun jangan menganggunya
dikala ia sedang badmood atau dilep. Saat ini ia menjabat sebagai Anggota OSIS
Sekbid 10 yang membawahi SS Glass atau debat yang ditekuni dan dicintainya
setelah Mas Ndoweh. Sedang menyiapkan tenaga untuk MPDK 2012 \(>,<)/.
Calon mahasiswa SBM ITB, amin.
Masandi
Rachmad Rosyid. Riwan.
Penjual pulsa dari
The Jambrets, walaupun seringkali diutangi hingga beratus-ratus ribu, ia tetap
selalu mempromosikan produknya dimanapun ia berada. Baru-baru ini mengembagkan
bisnis untuk berjualan minyak wangi sepuluh ribuan yang membuat kelas semerbak
dengan bau minyak wangi Justin Bieber. Sangat aktif untuk bertanya dan menyimak
pelajaran, sehingga kadang ia menjadi satu-satunya pengalih perhatian guru yang
manjur dikala anak-anak yang lain sedang malas dan mengantuk untuk menyimak
pelajaran yang disampaikan. Baru saja memenangkan lomba ekonomi tingkat Jawa
Bali dan sukses membuat anak-anak terjancuk-jancuk dengan traktiran Nasi Goreng
Jancuknya. Calon mahasiswa Manajemen Universitas Indonesia, amin.
Moch.
Ali Irsyad. Irsyad, Ijad, Rimba.
Si anak rimba yang
sangat geje-geje sekali. Pencetus nama The Jambrets untuk kelas XI-IPS. The
Jambrets sendiri merupakan singkatan dari Jamaah Berbudi Berprestasi Tjebelas
IPS, berangkat dari backgroundnya yang merupakan Al-Hikmaers. Di dalam kelas
selalu mengeluarkan celetukan-celetukan aneh dan alay yang kadang berhasil
membuat satu kelas terkakak. Kadang juga dapat menjadi super annoying, membuat
semua anak-anak mangkel. Berambisi untuk menikahi wanita arab, anak dari Syekh.
Walaupun ia merupakan pemeluk agama Islam yang taat, tapi ia selalu
meninggalkan gambar simbol-simbol New World Order dimanapun ia berada. Calon
mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Indonesia, amin.
M.
Bayu Adi Prakoso. Bayu, Baey.
Merupakan ketua kelas abadi The Jambrets.
Selalu menyangklong tas bally kecil kemana-mana. Tak pernah lepas dari
laptopnya dan seluk beluk PES serta Football Manager. Ia merupakan seniman
sejati yang dapat mengusai alat musik, tari, teater, dan karawitan. Di kelas
juga sering menggenjreng gitar yang berstiker I Love Smada dan genjrengannya
akan semakin bertambah keras jika dirinya sedang emosi. Sering digojloki
anak-anak karena parasnya yang bermata sipit. Sekarang sedang mengemban amanah
menjadi Pengawas MPK Sekbid 8. Calon mahasiswa Hukum Universitas Indonesia,
amin.
Siska
Septian Andriyani. Siska, Pre Order Sist.
Merupakan mbretti
yang paliiiing kalem di dalam kelas. Ekspresinya selalu stabil, dirinya pun
selalu rajin dan tabah dalam menghadapi tugas-tugas dan ulangan. Saking
kalemnya bahkan waktu traktiran Nasi Goreng Jancuk oleh Riwan, walaupun udah
kepedesan dan muka memerah ia tetep kaleem menghadapi itu semua, padahal yang
lainnya udah teriak dan meler-meler nggak karuan. Ternyata Siska ini juga sudah
bisa mengais rezeki sendiri dengan menjadi guru privat pelajaran untuk
anak-anak SD di sekitar rumahnya. Calon mahasiswa Administrasi Negara
Universitas Brawijaya, amin.
Syahyana
Ayu Purbasari. Syasa, Sasa, Mbah.
The Jambrets yang
paling menjulang dan semampai. Merupakan tetua di kelas. Awal mula kenapa ia
bisa dipanggil Mbah adalah ketika Bayu dilimpahi makanan tiwul ketan oleh Pak
Al-Amri, kemudian ia melimpahkan itu semua sebagai sesajen kepada Sasa. Agak
geje memang. Kata-katanya yang khas dan selalu keluar dari mulutnya adalah “…..,
pooooool” dengan logatnya yang khas dan cara berbicaranya yang
cepet-cepet-kayak-diburu-buru. Kesaktiannya semakin dibuktikan melaui jemarinya
yang dapat dengan mudah menjinakkan printer kelas yang rewel dan bolak-balik paper
jam. Beruntunglah yang piket bersamanya. Calon mahasiswa Manajemen Universitas
Indonesia, amin.
Wafda
Liulin Nuha. Ulin, Wafdhlo’, Leoleeen.
Bernomer absen
terbuncit. Walaupun epekndewo, tapi entah kenapa di kelas ia selalu menjadi
bahan bulan-bulanan, terutama oleh Ijad. Sungguh kasihan sekali Ulin,
tapi ia tetap tegar! Buktinya senyum dan tawa selalu mengembang di bibirnya
dalam kondisi apapun. Kerap kali membuat The Jambrets geram karena cara
bicaranya yang kurang tegas. Nampaknya ia menumpahkan semua kata-katanya ke
dalam tulisan, terutama yang ada di blognya yang hanya orang-orang tertentu
saja yang dapat memahami maksudnya. Calon mahasiswa Psikologi Universitas
Gadjah Mada, amin.









13 komentar