| numpang nampang |
![]() |
| Panitia S2LC 2k12 |
Terimakasih ya semuanya, Pegal Acara Bhs. Indonesia, Bapak Ibu Pemibina, BPH, dan rekan-rekan S2LC 2012 yang lain! Semoga tahun depan S2LC bisa menjadi lebih sukses, bahkan jauh lebih sukses, amiin!
Tadaaaa! So, here is it, IMPULS. My project with my friends in my extracurricular, Joer-V. We make a magazine and we take "GENERASI" as our issue on this edition. There are a lot of difficulties because it is the first time for me and maybe for some of my friend to organize about how to make the magazine. But finally, everything was finished well and it also because of the senior's help, thanks mas mbak :) Well, I write the main issue and my "gen" profile then, for the main issue you can see below :) *By the way, Impuls is free for every Smalane.*
![]() |
| double click to read. |
Mau menghela nafas panjang dulu,
Huffffffft....... *alay*
Yak teman-teman, akhirnya kebuntuan dalam menulis saya terentaskan setelah kemarin saya mau tidak mau dan untuk menepati deadline, harus menulis hardnews buat majalah sekolah saya, Impuls. Hehehe, bagus loh tulisanku. Pengen tak post disini, tapi nanti gak surpris (baca: surprise) la’an :D
Ehm, sejak SMA ini ada satu perubahan yang saya sadari. Yaitu, mengenai, WEEKEND. Ya, kayanya weekend jadi momen pemberian tuhan terindah yang pernah remaja miliki. Apasih, oke abaikan. Pokoknya setelah saya perhatikan (karena saya sendiri pun mengalaminya), timeline di Twitter di hari Senin, isinya tak jauh-jauh dari mengutuki si MONsterDay seperti:
“I WANT MY WEEKEND BACK, ARRRRRGH, AAAAAAAH”.
Berbalik hal jika hari menginjak Jumat, semuanya bersyukur dan memunajatkan seruan kepada Tuhan yang maha pemberi weekend,
“THANKS GOD IT”S FRIDAY, MUAHAHAHAH *evillaughs*”
Sehingga semua keluhan-keluhan membuat hari efektif sekolah terasa seperti ini:

Ya, ya, ya, sabtu dan minggu memang terasa hari-hari yang indah tanpa sekolah dan tugas-tugas. Tapi dulu waktu di SMP juga nggak segitunya kali ya, weekend diperlakukan “lazim”. Ya mau gimana lagi, SMP dan SMA kan beda *cryinginside*
Nah, minggu ini, I HAVE NO WEEKEND ARGGGGH!
Sabtu dan minggu kemarin, tugas menumpuk dengan indahnya. Dimulai dari hari sabtu, aku ngerjain LKS Agama dua bab. LKS olahraga dua UK, nyari desain kemasan, sama ngerjain tugas kesenian bikin prosedur. Minggunya, pelatihan jurnalistik di Semolowaru, pulang-pulang ngerjain prosedur lagi, muter-muter cari tempat print-printan (lima warnet mandul semua --), ngerjain desain kemasan baru kemudian bisa tidur dengan lelapnya. Jam alarm berbunyi, Senin, kembali ke rutinitas:

Oh sungguh indahnya hidup ini, Kimia remidi, Selasa & Kamis tryout delapan mata pelajaran, deadline profil Impuls, deadline soal S2LC, bayar-bayar-bayar uang kas STFT iuran S2LC, pidato bahasa indonesia. Oh indahnyaaaaaa semalaku tercinta T____T *depresi*
TAPI SAUDARA-SAUDARA, SEMUA PENDERITAAN INI AKAN SETIMPAL MENGINGAT TANGGAL 21 SAMPAI 28, LIBUR SEMINGGU MUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAK >:D
Man shabara zhafira, siapa yang sabar akan beruntung......
Sekian dulu, ohya, libur seminggu itu karena kelasnya dipake mbak-mas yang kelas dua belas buat ujian sekolah. Semoga sukses mbak mas semuanya, luphyu till die.
givemeweekend!
C H I K I A N W A R
![]() |
| double click to read |
Oke, postingan kali ini agak sedikit narsis dan norak, huahaha. Tapi biarlah, sekali-kali jadi alay kan gak ada salahnya.
Jeeng, jeng, jeng, jeng! Akhirnya Cream terbit. Cream ini adalah hasil kerja SS JoerV, ekskul jurnalis di sekolahku. Di kepanitiannya aku jadi Sie Dana. Sempet syok dan males juga, tapi apa boleh buat. Berbekal proposal, aku harus dapet uang 375.000 dalam lima hari. Ngeeeeng, yawes akhirnya tak sebarin proposal itu ke beberapa anak. Alhamdulillah, dapet 350.000. Anggaran ketutup.
Selain itu, CERPENKU DIMUAT xD
Pertama kali waktu ada SMS dari ketua kelas tentang pengumpulan cerpen yang maksimal satu lembar, tak cuekin aja. Gak lama kemudian Ester SMS, ngedukung aku buat ngirimin Refleksi Hujan.
“Tapi cerpenku kan enam halaman ter, gimana bisa jadi satu --“
“Bisa Cik, font-nya dikecilin sama dijadiin dua kolom. Terus bolak balik, kan mintanya satu lembar bukan satu halaman.”
Taraaa, akhirnya tak utek-utek cerpenku itu, edit sana, potong sini. Satu lembar itu akhirnya jadi, dengan merelakan pembuangan separuh cerita. Ku serahkan satu lembar bolak-balik yang penuh dengan kelicikan itu kepada Wilda dalam bentuk hard-copy. Nasiiib. Beberapa hari kemudian, aku dikonfirmasi Wilda buat ngumpulin soft-copynya, ambu-ambu tembus Cream. Tembus ternyata emang tembus, tapi njaluk tulung lagi. Setelah diliat-liat Mbak Meutia, cerpen yang sudah cacat dari cerita aslinya itu harus dieksekusi lagi separuh. Sempet kepikiran mau narik aja, gak jadi daripada harus dipotong-potong gitu. Tapi akhirnya ku ikhlaskan saja.
Setelah tak lihat dalam terbitannya, ada paragraf yang jadi cacat penulisannya. Ada pengulangan kalimat dan seharusnya lirik lagu Ipang jadi paragraf tersendiri dan di-Italic......... Terus ternyata font-nya segede gitu. Menurutku kan bisa dikeciliin, muatlah enam halaman MS Word dalam font 14 ke dua halaman cream.
Over all sih, seneng juga bisa dimuat sama diapresiasi anak-anak Smala. Banu, Mas Odi, Ester, Mas Bondet, Imas, semuanya bikin besar kepala, hehehe. Belum kutunjukin ayahku, malu ceritanya cacat, hehe. Nanti aja kalo dimuat di Jawapos, doain ya =)) Semoga dengan awal ini, aku bisa nulis lagi cerita yang lebih berbobot. Gak melulu cinta-cintaan. Terus lama-lama bisa nulis cerpen sastra-karya ilmiah sosial kaya ayah, amiin.
Sekian kenarsisan saya, harap maklum adanya. *Isin*
CHIKIANWAR.





